JUDGING (artikel dari KPS)

JUDGING

Oleh : Elly KPS 47

            Sadar atau tidak sadar, dalam kenyataan hidup, kita seringkali berpikiran negatif terhadap orang-orang disekeliling kita. Mungkin kelihatannya tidaklah salah. Saat aku berada di dalam kereta, di tengah keramaian, di bis yang penuh sesak, tanpa sadar ketika aku mengedarkan pandangan dan menangkap seseorang yang penampilannya berantakan, tingkah lakunya yang aneh, celananya yang belel, dan tangannya yang penuh tato, aku menatap penuh curiga dan was-was terhadap orang itu. Seolah-olah aku tahu kalau dia adalah seorang penjambret.

            Tanpa disadari sesungguhnya kita sudah mengkotak-kotakan seseorang, membuat parameter bagi seseorang, dan menilai seseorang dengan ukuran yang kita buat. Padahal, siapa sih kita ini? Toh kita juga tidak lebih baik dari mereka. Atau bahkan lebih buruk. Yesus pernah berkata “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu”. Menjadi Kristen, bertobat, lahir baru, dibaptis, atau mungkin kita pelayanan 24 jam, itu semua tidak menjamin hidup kita akan mulus-mulus saja tanpa melakukan kesalahan. Daud pernah berdoa “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku” (Mazmur 26:2). Daud saja yang dikatakan merupakan kesayangan Tuhan, seorang raja yang dipakai Tuhan luar biasa, yang pujiannya selalu menyukakan hati Tuhan, bisa mengatakan hal seperti itu, apalagi kita?

            Guys, pelayanan sehebat apapun yang kita lakukan, seberapa banyak kita pernah menghabiskan baca alkitab, sebagus apapun suara kita ketika memuji Tuhan, itu semua tidak akan membuat kita menjadi manusia yang kebal dosa. Kalau kita sadar dan tahu mengenai hal itu, untuk apa lagi kita berprasangka buruk dan sibuk menilai orang lain sedang diri kita tidak lebih baik dari mereka? Lebih baik kita bertanya pada diri sendiri, sudahkah karakter Kristus ada didalam hidupku? Sadarilah, kita ini adalah kitab yang terbuka, dimana semua orang dapat melihat hidup kita, dan menuntut pertanggungjawaban kita sebagai pengikut Kristus. Jangan sampai nantinya, Tuhan menjuluki kita sebagai orang yang munafik, karena kita melihat selumbar di mata saudara kita, sedangkan balok di mata kita tidak kita ketahui. Mintalah pengampunan setiap saat kepada Tuhan, seperti Daud yang memohon dibenarkan oleh Tuhan senantiasa. Daripada ribet ngurusin rumput tetangga yang kelihatannya gak hijau-hijau, lebih baik kita berbenah diri. Karena sesungguhnya penghakiman adalah miliknya Tuhan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *