MEMBANGUN KEHIDUPAN DOA YANG EFEKTIF (artikel dari KPS)

MEMBANGUN KEHIDUPAN DOA YANG EFEKTIF

Sebagai nafas orang percaya, doa memegang peranan penting. Ungkapan Prayer changes things dan Pray Until Something Happen (PUSH) sangatlah tepat untuk menyatakan dinamika kehidupan doa setiap orang percaya. Doa adalah disiplin rohani yang paling sentral di dalam kehidupan Kristen karena mengantarkan seorang percaya kepada komunikasi yang terus-menerus dengan Tuhan. Karena firman Tuhan dalam Alkitab menasihatkan supaya setiap orang percaya tidak putus-putusnya berdoa (Ef. 6:18; 1Tes. 5:17).

Apabila doa-doa kita sesuai dengan kehendak-Nya, maka pastilah doa kita segera terjawab. Itu berarti sangatlah penting bagi kita untuk mengenal dan terus mengenal kehendak Allah. Allah menghendaki agar kita tidak menjadi orang bodoh, melainkan menjadi orang yang bijaksana, yang berusaha mengenal kehendak Tuhan (Efs. 5:15-17). Dari manakah kita bisa mengetahui dan mengerti kehendak Tuhan?

Kehendak Tuhan telah dinyatakan oleh Tuhan sendiri melalui firman-Nya. Itulah sebabnya Tuhan rindu agar firman-Nya tinggal di dalam kita. Dengan memahami firman-Nya, kita mengenal kehendak-Nya. Jika kita berdoa sesuai dengan kehendak-Nya, maka doa kita pun akan didengar dan dijawab-Nya (Yohanes 15:7). Sebaliknya, jika kita tidak mengenal kehendak-Nya, hidup kita tidak akan memperkenan hati-Nya. Dengan kata lain kita hidup dalam dosa, dan dosa merupakan penghambat bagi jawaban doa-doa kita (Yes. 59:1-2).

Bagaimana kita dapat memahami kehendak Allah, dan apakah ciri-ciri kehendak Allah? Dengan jelas Roma 12:2 menjelaskan bahwa hanya ketika kita tidak menjadi seperti dunia ini dan mengalami pembaharuan atau transformasi budi (Yun.: metamorpho), maka kita dpaat mengenal kehendak Allah, yaitu yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Itu berarti jika kita mendoakan untuk hal-hal yang baik, berkenan dan sempurna, , karena Allah menjawabnya.

Fokus Doa

Banyak doa yang tidak fokus, bahkan terlalu luas. Bagaimana kita bisa memiliki fokus doa yang tepat? Pertama, dibutuhkan kedisiplinan untuk melihat, dan mendengar apa yang akan kita doakan. Melalui perkunjungan, pembicaraan, dan pengamatan, kita bisa memperoleh data yang lebih rinci tentang apa dan siapa yang akan didoakan.

Nehemia perlu mendengar lebih dulu tentang keberadaan kota Yerusalem sebelum menyatakan apa kebutuhannya kepada Tuhan (Neh. 1:1-4). Fokus doanya lebih dipertajam lagi dengan mengadakan survei langsung di lapangan (Neh. 2:11-20).

Berulangkali Rasul Paulus memperoleh informasi tentang jemaat-jemaat yang didirikan dan dilayaninya dari rekan-rekan sepelayanan. Dari informasi itulah maka doa Rasul Paulus terfokus (bdk. 1 Kor. 11:18; Efs. 1:15).

Fokus doa juga bisa diperoleh melalui kepekaan kita akan pimpinan Roh Kudus. Perhatikan bagaimana Rasul Paulus memiliki kepekaan untuk melayani di Makedonia (Kisah 16:6-12). Kepekaan semacam ini perlu dilatih dan semakin dipertajam. Dalam hal ini harus diingat bahwa pimpinan Roh Kudus tidak akan pernah bertentangan dengan firman Allah, yaitu Alkitab.

Sinergi Doa

Doa dalam kebersamaan dengan rekan-rekan seiman sangat diperlukan. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di mana ada dua tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Ia hadir di tengah-tengah kita (Mat. 18:20). Yang penting di sini adalah adanya kesehatian. Dimulai dari kesehatian antara suami-isteri, orang tua dan anak-anak, rekan seiman dalam suatu komunitas, dalam persekutuan pendoa syafaat, dan dalam ibadah raya.

Itulah sebabnya mengapa dikatakan ada manfaat besar dalam ibadah (1 Tim. 6:6). Di sinilah kita diajar untuk tidak memiliki sikap egois dalam doa, karena kita mendoakan orang-orang lain. Bentuk sinergi doa ini bisa diperluas dengan gerakan-gerakan doa oikumenis, bahkan dengan saudara sebangsa dan setanah air dan sebagai warga dunia secara global. Perhatikan kuasa doa global yang mampu merontokkan tembok Berlin dan blok-blok negara komunis ataupun jika dikaitkan dengan pelayanan siswa, kita mendoakan setiap siswa-siswa yang boleh kita layani sampai saat ini.

Penutup

Tuhan hanya sejauh doa. Itu berarti bahwa banyak hal besar bias terjadi oleh kuasa doa. Sekalipun demikian, bukan kita yang hebat melainkan Tuhan, Sang Penjawab Doa itu sendiri. Sehingga berbagai hasil luar biasa yang terjadi setelah kita berdoa, tetap harus menghasilkan kemuliaan bagi Nama-Nya.

 

Proyek Ketaatan:

  1. Tetap doakan masa depan dan kehidupan kita baik diperkulihaan, dan dilingkingan bermain.
  2. Doakan teman serekan pelayanan kita agar sama2 satu hati dalam menjalankan tugas sebagai penyalur berkat Tuhan
  3. Doakan adik2 yg Tuhan izinkan untuk kita layani, dan cobalah lebih peka terhadap kebutuhan mereka, dengan minta Tuhan yg memberikan kepekaan itu.

 

With luph: Tim Bina

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *