MENUNDA WAKTU (artikel dari KOMPERS)

MENUNDA WAKTU

Sebuah legenda kuno menceritakan suatu kali setan memanggil tiga orang pembantunya yang paling unggul untuk sebuah pertemuan bagaimana membuat sekelompok orang Kristen tidak efektif bekerja. Satu pembantunya, si pendendam, mengusulkan, “ Kita harus meyakinkan mereka kalau Allah itu tidak ada.” Setan  menyeringai dan menjawab, “ Ah, itu percuma saja. Mereka tahu kalau Allah itu ada.”

Si pembenci berbicara, “ Kita akan meyakinkan mereka kalau Allah itu tidak memedulikan mereka yang benar dan yang salah.” Setan berpikir sebentar, tetapi kemudian menolak usl itu. Ia berkata, “ terlalu banyak orang Kristen percaya kalau Allah itu memedulikan mereka.”

Si pendengki mengusulkan ,” kita akan mengajak mereka berpikir kalau Allah itu peduli kepada mereka baik yang benar maupun yang salah, tetapi  kita akan membisikkan terus kepada mereka kalau masih ada waktu, masih ada waktu, masih ada waktu.”

Setan tertawa! Rencana itu dilaksanakan, dan si pendengki dipromosikan menduduki posisi yang lebih tinggi dalam hirearki kerajaan setan.

Siapa yang dapat memaparkan berapa banyak jiwa akan hilang dan tetap hidup dalam kepahitan hanya karena seseorang meyakini kalau : pemberitaan kasih Allah itu dapat ditunda?

Orang Bijak mengerjakan sekarang sementara orang bodoh menundanya

Siapa mengumpulkan pada musim panas,Ia berakal budi,

Siapa tidur pada waktu panen membuat malu

(Amsal 10: 5)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *