Art of Write

Art of Write

 

What is Write?

            Menulis itu sesuatu yang simpel, sebenarnya. Semua orang pasti pernah menulis. Ga percaya? Waktu masih TK kalian disuruh buat huruf dari A sampai Z, angka 0 sampai 9. Itu namanya menulis. Waktu SD kita mulai diminta guru membuat kalimat. Kalimat itu kata-kata yang terstruktur. Contohnya, “Budi pergi kepasar”.  Selain itu kalian pasti pernah disuruh mencatat pelajaran, merangkum, didikte oleh guru, dsb. Itu namanya menulis. Sama halnya waktu beranjak SMP dan SMA. Biasanya waktu kuliah kita-kita ini uda mulai males nulis-nulis. Tapi sadar atau ngga tulis-menulis itu tetap jadi pekerjaan kita. Contohnya bikin laporan, atau pada akhirnya buat skripsi. Bahkan saat kita ujian pun, mengisi jawaban dengan menulis. Pokoknya hidup kita ga pernah jauh dari menulis.

            Kalau jaman sekarang menulis itu sudah modern. Kabar baik buat yang tulisannya kayak tulisan dokter atau kayak tanda tangan. Menulis sekarang bisa dalam bentuk digital. Alat-alat seperti laptop, HP, PC tablet, semua bisa kita gunakan buat menulis.

            Menulis juga tidak dibatasi tempat dan waktu. Bisa dimana saja dan kapan saja dilakukan. Oke, terus apa sih sebernya yang ingin disampaikan?

            Betul setiap dari kita tidak pernah terlepas dari kegiatan bernama menulis. Tapi banyak juga loh orang yang malas banget buat menulis. Padahal menulis punya banyak menfaat. Selain itu menulis juga bisa menjadi hiburan. Atau bagi orang yang mendalami bidang menulis ini, menulis bisa jadi mata pencarian yang menghasilkan uang. Lumayan kan? Bayangin aja berapa banyak orang yang nganggur sekarang, terus alih-alih bermalasan dirumah atau keluyuran cari lowongan kerja, mereka duduk di depan meja, ambil alat tulis dan buat tulisan. Misal 1 halaman sehari, setaun uda 365 halaman. Uda cukup buat jadi satu buku. Kirim ke publisher, jadi best seller, dapet uang puluhan juta. Haha..

            Lalu kenapa sih orang males menulis? Setelah diperhatikan, dianalisis, ditelaah, dan diproses dalam pikiran, ternyata alasannya klasik. Ga niat lah, ga sempet lah, menulis itu ribet, menulis ga ada gunanya, menulis itu ga menarik. Eits, coba dibayangin lagi. Banyak orang-orang pinter didunia ini. Terus mereka meneliti dan menghasilkan berbagai macam ilmu tapi udanya mereka ga menulis hasil penelitian mereka dibuku dan tidak dipublikasikan ke orang banyak. Mungkin sampe sekarang kita ga tau kalau bumi itu bulat. Bayangin waktu Tuhan Yesus datang ke dunia, terus para kuartet penginjil ga mau menuliskan kitab-kitab injil yang sekarang ada di Alkitab. Tentunya kita jadi ga kenal Yesus dan ga tau tentang keselamatan.

            Jadi sebenernya disini saya mau membukakan buat kita semua bahwa menulis itu penting banget loh. Menulis juga punya banyak manfaat buat diri sendiri dan orang banyak. Mungkin ga keliatan manfaatnya sekarang tapi percaya suatu saat tulisanmu bisa jadi berkat.

How to Write?

            Apakah sebuah tulisan itu harus serius? Apakah ada aturan-aturan tertentu buat menulis? Apakah menulis itu riber? Jawabannya ngga, ngga, dan ngga. Menulis itu menurut saya adalah sebuah seni. Dalam dunia menulis memang ada patokan-patokan tapi selebihnya menulis itu penuh fleksibilitas, imajinasi, kreatifitas, dan style. Ga percaya? Coba saja kalian perhatikan tulisan ini dari judul sampai kalimat ini. Banyak kesalahan dari segi tata bahasa. Kata-kata nya tidak baku, proporsi paragrafnya ga konsisten. Pakai bahasa inggris-indonesia-sehari-hari. Tapi dari semua itu, yang esensial dari sebuah tulisan adalah informasinya. Itulah yang harus kita tekankan. Bagaimanapun tata bahasanya, selama informasi yang ingin disampaikan dapat diterima oleh pembaca maka menurut saya tulisan itu sudah baik.

            Saya mengatakan kalau menulis itu sebuah seni. Akan saya bahas sekarang. Pertama, menulis itu tidak terikat aturan baku, seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Kedua, orang memiliki gaya menulis dan alirannya masing-masing. Ada yang gaya menulisnya serius dan ilmiah, buatlah karya ilmiah. Ada yang gaya menulisnya ga terlalu serius, bisa buat cerpen dsb. Ada yang menulis dibidang informasi dan berita. Ada yang menulis curhatan-curhatan di diary. Ada yang menulis singkat-singkat seperti status di FB atau Tweet di tweeter. Bayangin kalo semua tulisan sifatnya ilmiah semua. Terus coba kalo jalan ke toko buku, liat novel yang judulnya Kambing Jantan, atau Pocong juga Pocong. Bandingin sama buku ensiklopedia. Gaya menulis apapun sah-sah aja sesuai dengan maksud, tujuan, dan kemampuan kita.

            Ketiga, menulis itu melibatkan emosi. Sama seperti musik yang dipengaruhi dan bisa mempengaruhi emosi. Sedikit cerita, ketika saya lagi bad mood mau dipikir gimana juga ga ada tulisan yang bisa saya tuangkan. Tapi kalau mood lagi bagus. Berlembar-lembar kata bisa ngalir gitu aja. Coba baca novel-novel romansa, kadang bisa bikin nangis. Coba baca buku humor, pasti kalian ketawa. Coba baca jurnal ilmiah, yang ga kuat bisa ngantuk. Coba baca Alkitab, yang galau bisa jadi sukacita, yang sukacita tambah sukacita.

            So, kenapa masih males buat menulis? Kan menulis bisa kapan aja dimana aja, menulis juga bebas sesuai gaya masing-masing, isinya juga terserah sesuai dengan tujuan masing-masing.

            Nah, buat kalian yang pengen menulis tapi ngerasa ga punya kemampuan, jangan kuatir. Saya kasih tips buat ningkatin kemampuan. Pertama, niat, jangan males. Kedua, tuangkan saja apapun yang kalian pikirkan. Kalau emang lagi terpikir bikin tulisan yang serius buatlah tulisan yang serius. Kalau lagi kepikiran hal-hal yang lucu ya buat tulisan humor. Seminimal-minimalnya kalian bisa bikin diary tiap hari. Mau isinya cerita kejadian sehari, atau curhatan, ga masalah.

            Sedikit berbagi, ada loh senam menulis. Tujuan nya ya melatih kemampuan menulis. Caranya gampang, siapin kertas, balpoin, atau ngga laptop juga boleh. Tentukan waktu sekitar 5-10 menit. Nah bersedia-siap-mulai ! Tuliskan kata apapun yang muncul di pikiran kalian. Jangan berhenti, tetap menulis. Mau kata-katanya jelas, ga jelas, ga nyambung. Semuanya tuliskan aja dikertas. Contoh tulisan saya ketika pertama kali senam menulis:

Saya bingung mau nulis apa. Terus saya ngeliat bolpen, warnanya hitam. Saya liat kertas warnanya putih. Bolpen menari-nari diatas kertas, ada kata-kata. Saya masih bingung mau nulis apa. Tapi ga kerasa ini saya lagi nulis. ……….

Ga jelas kan? Lalu fungsinya apa? Ketika kita sudah semakin terbiasa dengan menulis, ketika kita melakukan senam tulisan, selama menulis itu kita akan mengasilkan tulisan yang lebih terstruktur. Semakin terbiasa kita menulis, semakin mudah kita menyusun kata-kata. Jadi silahkan dicoba.

Attention !!

            Walaupun saya bilang menulis itu bebas dan kreatif, tapi tetap ada yang perlu diperhatikan. Tulisan itu punya dua sisi. Bisa memberkati orang atau jadi batu sandungan buat orang. Ketika kita menulis kita bebas mau menulis apa. Tapi ketika hendak mempublikasikannya ke orang lain, kita harus liat siapa pembacanya. Bagaimana karakternya. Apakah tulisan kita bisa diterima tau tidak. Maksud saya, ketika kita menulis sesuatu yang aga keras, kontroversi, janganlah kita kasih ke semua orang. Contoh nyatanya, pernah tau kan kasus novel yang judulnya Davinci Code? Kalau kalian mau menulis yang “aneh-aneh” terserah. Kan sesuai kreatifitas masing-masing. Tapi cukup jadi konsumsi pribadi. Pokoknya jangan sampai tulisan kalian menjadi akar pahit bagi orang lain.

            Selamat menulis, Tuhan Memberkati kita semua.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *