Suratku untuk Yesus

Suratku untuk Yesus

By: Khuers

 

Pada suatu hari Seorang paman menerima Surat-surat yang ditulis oleh mahasiswa/i yang ingin bercerita keluhannya kepada Tuhan Yesus. Satu persatu surat itu ia baca:

  • Surat pertama:

Selamat Malam Tuhan Yesus, aku mau bertanya benar ga sich Tuhan sayang samaku. Tuhan sangat mengecewakanku. Saat aku meminta jangan berkuliah di tempat ini. Tuhan tetap tempatkan aku disini. Selain itu, aku udah berdoa mati-matian meminta aku diberi nilai yang kuharapkan. Tapi apa?? Faktanya Tuhan tetap membuat nilai yang ga kuharapkan.. Ga ada gunanya aku berdoa, aku meminta Tuhan untuk memberi yang terbaik.. Ga ada yang sesuai yang ku mau…Usaha juga udah mati-matian… ah.. apa itu Tuhan?

  • Surat kedua:

Tuhan Yesus, aku sayang sama Tuhan,, saat aku memilih satu pelayanan pun dikampusku, aku berdoa sama Tuhan supaya tempat ini tempat yang terbaik tempat aku belajar dan bertumbuh… Tapi benar2 ga seperti yang kubayangkan. Buktinya yang ada aku malah merasa tertekan dalam tempat pelayanan yang Tuhan beri. Huh.. benar2 menyebalkan ditempat ini tidak ada yang mengerti aku.. semua hanya sibuk dengan urusan masing2.. semua berkata harus saling membantu tapi yang ada.. aku kerja sendiri… capek rasanya… semuanya egois..

  • Surat ketiga:

Aku percaya sama Tuhan. Karena kata orang percaya sama Tuhan aku akan selamat…

Fine, enak banget ya ikut Yesus… Cuma cukup percaya aja… hahaa… aq selamat.. Kata orang juga walaupun aku berbuat dosa. Aku tetap selamat, baiklah…. Hidup emang indah ya, cukup dengan percaya… aku bisa mencuri.. aq bisa berdusta.. Karena semua dosaku ditanggung Tuhan Yesus… ini dia baru Hidup.. nyontek sebebasnya…

  • Surat keempat:

Tuhan, siapakah dirimu sebenarnya?? Bagaimana aku bisa mempercayaimu kalau aku sampai saat ini pun belum pernah melihatmu.. kenapa semua orang harus turut firmanmu… Kenapa Engkau melarang semua hal yang indah bagi manusia.. Dimana keadilan dan sifat kasihMu yang orang-orang ucapkan. Aku tidak mengerti akan semua yang Tuhan tunjukkan didunia ini,. Kenapa manusia membuat tradisi-tradisi sendiri yang katanya adalah mengikut firman Tuhan. Bodoh sekali manusia-manusia didunia ini dan munafik semuanya.. Berkata firman ini itu, tapi kelakuan tidak menunjukkan ucapannya..

Aku ga mau kaya mereka.. karena aku tahu aku ga bodoh kaya mereka. Lebih baik bagiku tidak mengikuti tradisi-tradisi ibadah mereka karena tidak jelas bagiku apakah itu perintah Tuhan atau tidak. Karena lewat kelakuan mereka pun tidak menunjukkan mereka anak Tuhan.. Tidak ada yang benar, lebih baik aku mencari kebahagiaan bagiku saja.. Tidak ada yang bisa kudapat dari perkumpulan2 yang notabene nya mereka memuliakan Tuhan… ga ada yang benar…

Renungan:

Apakah kita termasuk orang-orang yang mengeluhkan hal-hal yang ditulis di keempat surat itu???

Tahukah kita bahwa  Tuhan Yesus sangat sayang terhadap kita?? Coba kita merenungkan lagi dalam doa-doa kita, apa sebenarnya yang kita ucapkan. Apakah hanya keluhan?? Apakah hanya permohonan??

Lalu, saat berdoa pernahkah kita mengijinkan Tuhan untuk berbicara pada kita?

Didalam berdoa, ada 3 tahap yang seharusnya kita lakukan. Pertama, aku berbicara Tuhan diam. Kedua, aku diam Tuhan berbicara. Ketiga, aku diam dan Tuhan diam. Saat itulah kita merefleksikan diri dan menyerahkan diri kita agar dipimpin oleh rohkudus dalam menghadapi kehidupan ini.

Mari kita ingat lagi, tujuan manusia diciptakan didunia ini untuk apa? (Gali di Kejadian) Kita ada, karena Tuhan menciptakan kita untuk melakukan kehendak Tuhan, pekerjaan Tuhan didunia.. Lalu, kenapa kita harus mengeluh? Jangan mengambil alibi, karena aku manusia dan aku lemah.. baiklah, kalau pun dari kita menyadari diri lemah, saat itulah gantungkan diri di tangan Tuhan, berserah seutuhnya pada Tuhan. Ingat lagi, kita diciptakan untuk berjalan dikehendak Tuhan. Lalu, apakah nilai yang jelek adalah kehendak Tuhan? Satu hal yang pasti Tuhan selalu memebri yang terbaik untuk anak-anaknya..

Lihatlah apa yang ingin Tuhan sampaikan melalui nilai itu.. Benarkah kita mengerjakannya karena Tuhan? Atau agar kita puas.. kita bangga dengan diri kita sendiri. Tuhan tidak ingin anak-anakNya dipakai oleh iblis dan direbut iblis(Yoh 10:28).  Jika saat itu kita mendapat seperti yang kita mau, mgkin kesombongan yang muncul pada diri kita. Terkadang hal itu juga bisa menjdi kesaksian bagi kita untuk menguatkan orang-orang yang mungkin mengalami hal yang kita rasakan juga.

Dalam pelayanan, apakah saat ini Anda jenuh dengan pelayanan yang Tuhan anugerahkan?? Ingatkah saat anda memulai mengatakan ya pada pelayanan Anda. Tuhan sendiri menyaksikan dan mengingat komitmen awal yang anda buat. Orang lain atau bahkan Anda mungkin bisa lupa dengan komitmen Anda, tapi satu hal yang pasti, Tuhan masih akan tetap mengingat komitmen yang Anda ucapkan. Ketika kita menyerahkan diri untuk Tuhan pakai dalam pelayanan ini, artinya kita harus siap membayar harga , baik itu waktu, pemikiran, dan lainnya.. Tapi, apa yang kita lakukan sangat tidak sebanding dengan apa yang Tuhan lakukan saat Ia harus mampu melawan dunia dengan tidak berdosa sampai akhirnya dicambuk , disalib hanya demi menyelamatkan kita. Sungguh betapa sedih hati Tuhan melihat kita yang hanya diterpa sedikit goncangan yaitu rekan-rekan yang kurang mengerti kita berniat mninggalkan pelayanan. Satu hal yang harusnya kita pegang adalah prinsip memberi lebih baik dari menerima. Balasan adalah otiritas Tuhan, jangan menghakimi sesama kita karena itu bukan bagian kita. Tugas kita adalah saling mengingatkan dan siap ditegur. INGAT, Tuhan ingat komitmen Anda, dan tanggung jawab Anda adalah terhadap Tuhan.

Kalaupun saat ini kita benar2 diterpa goncangan, Ingatlah Tuhan Yesus sayang terhadap kita. Pernahkan kita membayangkan, kalau saat kita meninggal nanti dan kita masih setia. Tuhan sendiri yang akan memeluk kita, menangis bahagia bersama kita akan karena kesetiaan kita. Sungguh suatu sukacita yang tiada duanya.( coba benar2 renungkan ini).

Keselamatan  hanya sekali kita terima dan sampai selama-lamanya.. Hal ini tidak mengindikasikan bahwa kita bebas untuk berbuat dosa. Bukan karena kebaikan kita, kita diselamatkan, hanya karena kasih anugerahNya(Efesus 2:1-10). Kebaikan yang kita lakukan, adalah hal yang wajib kita lakukan karena kita telah menerima anugerah itu sebagai tindakan nyata ucapan syukur atas anugerah. Setelah Tuhan Yesus mati, bangkit lalu naik kesurga, saat ini dimanakah Tuhan itu berada?? Dia ada dihati kita, artinya apa yang kita perbuat haruslah menunjukkan karakter yang ada dihati kita yaitu Tuhan Yesus sendiri, berarti tidak saatnya lagi untuk berbuat dosa,karena hati kita bukan dihuni oleh orang yang berdosa.

Jangan bersandar pada pengertian sendiri. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertiaan sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. (Amsal 3: 5-7).  Pekerjaan Allah pun tidak dapat kita salami: Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami himat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang didunia tanpa mengantuk siang malam, maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya dibawah matahari. Bagaimanapun manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya namun ia tidak dapat menyelaminya.

Bagaimana kita mengetahui yang kita kerjakan adalah kehendak Tuhan? Pertama, Allah sendiri menghendaki dan berjanji memimpin setiap langkah yang akan kita ambil. “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mataku tertuju kepadamu” (Mzm 32:8). Kedua, belajar mengetahui dan menaati kehendak Allah merupakan respons umat yang sudah ditebus. Hidup kita sudah ditebus oleh darah Yesus menjadi milik-Nya ( Gal 2:20). Sudah sepatutnya kita menjalani hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya (bnd. 1 Yoh 2:6).

Ketiga, yang harus diingat adalah bahwa mengikuti kehendak Allah justru merupakan pilihan terbaik dalam hidup. Ketika kita memilih untuk tidak mengikuti kehendak-Nya, berarti kita menganggap bahwa pilihan kita lebih baik daripada pilihan-Nya. Kita lupa bahwa pilihan yang terbaik adalah ketika Tuhan ada disana. (Ams. 3:5-6).

Jangan mencari kebenaran di manusia, karena kebenaran hanya ada difirman Tuhan. Tapi, bukan suatu kemustahilan juga jika Tuhan juga memakai manusia dalam memberi tahu kehendak-Nya. Dalam memahami firman-Nya mintalah Roh Kudus turun untuk membantu memahaminya. :)

Selamat belajar Firman-Nya.. :)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *