Bidat Kristen

Bidat Kristen

 

Banyak dari kita yang sudah sering mendengar istilah ajaran sesat atau aliran sesat. Namun masih banyak juga yang belum paham apa itu ajaran sesat, mengapa disebut sebagai ajaran sesat, dan macam-macam ajaran sesat.

Baiklah, pertama kita harus tahu dulu istilah dan batasan ajaran sesat. Istilah untuk ajaran sesat adalah bidat (seterusnya kita pakai istilah ini). Bidat adalah ajaran yang menyimpang dari suatu aliran/agama/kepercayaan tertentu. Ketika kita berbicara tentang bidar Kristen, artinya ajaran yang domain pengajarannya Kristen tetapi keluar/menyimpang dari ajaran Kristen yang seharusnya. Ada hal mengapa kita namakan bidat. 1) Ketika doktrin yang diajarkan menyimpang. Perhatikan istilah doktrin. Ada banyak aliran gereja dalam kekristenan. Ada yang ortodoks, karismatik, dll. Namun kita tidak mengatakan satu gereja dengan gereja lainnya sesat. Hal ini dikarenakan pengajaran (doktrin) yang diberikan sama walaupun tata cara ibadahnya berbeda-beda. 2) Ketika ada suatu penekanan berlebihan pada ajaran yang diberikan sehingga esensi maknanya bergeser ataupun menggantikan posisi doktrin yang lebih utama. Contohnya ketika ada seseorang mengatakan bahwa nama Tuhan yang benar yaitu Jahwe. Dia tidak menerima orang yang menyebut Tuhan dengan nama Allah atau Yesus atau yang lainnya. Dia menganggap nama selain Jahwe bukan Tuhan. Padahal inti sesungguhnya doktrin kekristenan seharusnya bukan mempermasalahkan nama, tetapi lebih kepada pribadi Tuhan (baik itu bernama Allah/Yesus/Jahwe/dll) yang menyelamatkan umat manusia.

*permasalahan perbedaan nama Allah akan dibicarakan pada lain kesempatan.

Kemudian, kita juga bisa mengetahui ciri-ciri suatu bidat dengan melihat karakteristik aliran atau kegiatan yang dilakukan.

1) Bidat menganggap dirinya lebih “benar” sehingga selalu mengoreksi ajaran Kristen yang sudah ada. Alasan mereka membuat suatu doktrin baru karena mereka menganggap ajaran Kristen sesat. Mereka menganggap jemaat-jemaat Kristen salah mengartikan Alkitab. Biasanya bidat memiliki Alkitab tafsiran sendiri yang berbeda ataupun kitab suci yang kedudukannya lebih tinggi dari Alkitab.

2) Menerbitkan tulisan, majalah, ataupun buku dan dibagikan gratis. Salah satu cara bidat menyebarkan ajarannya yaitu dengan menerbitkan tulisan-tulisan. Orang biasanya tertarik membaca karena itu gratis dibagikan, tapi orang tidak membaca dengan kritis sehingga tertanam dalam pikiran mereka ajaran-ajaran yang tidak sesuai ajaran Kristen.

3) Pengikutnya memiliki jiwa militan. Militan adalah suatu sikap yang sangat tunduk pada apa yang dia percayai. Tidak pantang menyerah ataupun goyah. Jiwa seperti ini sebenarnya baik dan perlu namun jika kita berada di jalan yang benar.

4) “Kebenaran” yang dikabarkan dibuktikan dengan adanya penentangan-penentangan dari mayoritas jemaat Kristen. Saat mereka melakukan kesaksian/”pengabaran injil”nya mereka ditanamkan suatu pemikiran bahwa ketika orang menolak mereka maka itu tandanya mereka berada di dalam “kebenaran”. Itulah yang membuat mereka ketika ditolak, mereka semakin bersemangat untuk bersaksi.

Ketika kita berbicara mengenai KEBENARAN, maka sesungguhnya kebenaran itu dapat menjadi sesuatu yang sangat subyektif. Apa yang menurut kita benar mungkin tidak benar bagi orang lain. Disinilah peranan IMAN sebagai landasan percaya kita berperan.

Efesus 4 : 14 – 15 mengatakan bahwa kita harus memegang kebenaran di dalam kasih. Selain kita tahu bahwa kita benar, kita juga hidup di dalam kasih. Itulah yang membedakan kita dengan bidat. Penting sekali kita hidup di dalam kasih. Tanpa kasih, walaupun kita hidup dalam kebenaran, kita bisa menjadi ekstrimis yang dekat dengan kekerasan.

Lalu apakah kita juga harus diam-diam saja, menurut saja, terutama jika kita mendengarkan firman karena kita sudah tahu bahwa Firman Tuhan itu benar? Tidak! Iman percaya kita sesungguhnya menuntut kita untuk jadi pribadi yang kritis. Sikap kritis membawa kita kepada pengenalan akan Firman yang lebih lagi.

Sikap yang salah yaitu ketika kita kritis, mempertanyakan Firman Tuhan, kita merasa pemikiran kita lebih benar dan mengganggap Firman Tuhan salah. Itu adalah suatu ketidak hormatan kepada Firman Allah yang akan membawa kita pada kesesatan.

Untuk itu marilah kita kritis dalam mencari kebenaran namun dengan sikap yang rendah hati. Firman itu adalah kebenaran. Firman itu sangat dalam untuk pikiran manusia yang terbatas. Siapakah kita sehingga dapat mengoreksi Firman atau menyatakan Firman itu salah? Bukankah kita Firman yang menciptakan kita?

Ada beberapa bidat yang ada dalam kekristenan. Contohnya Saksi Yehovah, Mormon, Christian Science, dll. Salah satunya akan kita bahas kemudian.

Share

One response on “Bidat Kristen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *