“Christian and Work”

“Christian and Work”

By: Komisi Kesenian UKM PMK IPB

 

                Christian and Work. Christian adalah identitas bagi seseorang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Seorang Christian adalah seorang “hamba” Allah yang tugasnya adalah melayani. Work adalah suatu pekerjaan yang dilakukan seseorang. Saat ini, work yang sedang kita jalani adalah sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa adalah suatu golongan terdidik, pastinya berhubungan dengan lingkungan pendidikan, pergaulan, prestasi, bakat, bahkan komunitas-komunitas yang dibentuk oleh mahasiswa atau pelajar. Oleh karena itu, mahasiswa dan pelajar adalah golongan yang paling berpotensi untuk membangun kerajaan Allah di Kampus dan Sekolah, mengabarkan Injil dan melayani anak-anak Tuhan mahasiswa dan pelajar, sehingga menjadi perpanjangan tangan Gereja sebagai lembaga resmi yang Allah bentuk untuk melayani umatnya. Tapi apakah itu pertanda kita melupakan studi dan keluarga yang juga adalah lembaga terkecil yang telah Allah bentuk? Atau manakah yang kita pilih, pelayanan atau studi dan keluarga?

                Sebagai anak muda yang melayani Tuhan, sering kali kita masih belum bisa menyeimbangkan kedua aspek dalam hidup yakni studi atau karier dan pelayanan. Kita juga menemui masalah ketika seorang pelayan kerap kali mengatasnamakan studi untuk menghindari pelayanan atau sebaliknya, pelayanannya baik namun studi dan karirnya kacau balau.

                Untuk itu kita perlu membahas tujuan dari studi (belajar) dan pelayanan. Apakah keduanya memiliki tujuan berbeda? Studi (belajar) bertujuan untuk penambahan kapasitas pengetahuan kita di dunia ini, sedangkan pelayanan bertujuan untuk pembekalan diri kita di dunia ini untuk masa depan ketika kita benar-benar melayani Tuhan langsung ketika saatnya tiba. Terlihat sekilas bahwa studi dan pelayanan merupakan dua hal yang jauh berbeda, namun sebenarnya tujuan dari studi dan pelayanan adalah sama yaitu untuk kemuliaan Allah. Sebab segala sesuatu  adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36).

                Lalu, apakah dari tujuan tersebut dapat dikatakan studi lebih penting daripada pelayanan atau sebaliknya? Sebenarnya kedua hal tersebut sama pentingnya bagi kehidupan mahasiswa Kristen saat ini. Sebab Tuhan meminta seluruh aspek dari tubuh dan kehidupan kita sebagai persembahan kepada-Nya, dan bukan sebagian dari hidup kita. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,   supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan  yang hidup , yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”(Roma 12:1). Jadi apapun yang kita perbuat yang kita lakukan semuanya itu dari tubuh yang Tuhan berikan, dan Ia meminta kita untuk mempersembahkan tubuh kita itu, sehingga semua yang baik yang kita lakukan adalah sama pentingnya untuk dilakukan apalagi studi dan pelayanan.

                 Hal penting lainnya yaitu studi merupakan bagian dari pelayanan itu, sebab seperti yang telah dikatakan bahwa apapun yang kita perbuat semuanya adalah untuk kemuliaan Tuhan, begitu juga dengan studi, walaupun saat ini latar belakang kita untuk studi adalah hal-hal lain yang menyangkut alasan duniawi, namun tujuan akhir dan proses studi kita adalah untuk kemuliaan Tuhan. “ Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah  adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.  Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh  untuk kepentingan bersama.  Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat,  dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.  Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.  Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa  untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat,  dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.   Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh,  dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh   yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.”(1 Korintus 12:5-11). Hal lainnya yaitu karena semua orang memiliki karunia yang berbeda dalam hidupnya untuk melayani, dan itu bisa dari studi dan karier kita nantinya. Hal terpenting saat ini adalah ketika kita belajar/kuliah saat ini, itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita mendapatkan dan memperlengkapkan karunia yang Ia berikan kepada kita untuk melayaniNya.

                Lalu bagaimana kita sebagai seorang Kristen menjalani studi dan karier yang juga merupakan pelayanan? Pertama, takutlah akan Tuhan (Amsal 1:7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”). Takut akan Tuhan akan membawa kita pada komitmen, fokus, setia, dan juga kerja keras. Kedua, berpegang pada perintahNya (Pengkotbah 12:12-14 “Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan.  Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya ,  karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan  yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.”). Berpegang pada perintah Tuhan akan membawa kita untuk bertanggung jawab.

                Lalu pertanyaan yang cukup sulit adalah, bagaimana kita melakukan keduanya dan menyeimbangkannya? Cukup sulit untuk menjelaskan bagian ini, tapi hal terpenting dari ini adalah mengenai prioritas. Prioritas adalah memilih satu perkara terbaik dari sekian banyak perkara yang harus dilakukan pada suatu waktu tertentu. Hal ini dapat dilihat dari perkataan Tuhan Yesus dalam kisah Maria dan Marta, “Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  tetapi hanya satu saja yang perlu :   Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.””(Lukas 10:41-42). Dari pengertian ini kita dapat menerapkan pengertian proritas ini ke dalam kehidupan studi dan pelayanan kita dengan cara:

  1. Single tasking, yaitu kita melakukan satu hal dan fokus pada satu hal pada satu waktu tertentu.
  2. Harus berhikmat, yaitu ketika memutuskan mengerjakan hal-hal yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang kemudian. Untuk itu perlu berlatih untuk menentukan prioritas.

 

Tidak mudah memang untuk bijak dalam menentukan prioritas.

 Namun, kita harus belajar untuk menguasai hal tersebut. Hasilnya akan setimpal dengan usaha kita. Studi dan karir kita menanjak dan demikian halnya dengan tugas pelayanan sebagai seorang Kristiani yang dapat terselesaikan dengan baik.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *