Pelangi Kasih

          Terdengar suara gemercik air dari sudut ruangan dibelakang sebuah asrama sekolah dasar. Seperti biasa sore ini Sarah menjalani aktivitasnya utuk membenahi diri sebelum menyusun perkakas sekolahnya. Suara riuh langkah-langkah mungil menyisik pendengaran. Sarah kembali ke ruangan tengah sembari mengeluarkan setumpuk buku dari tasnya. Tak disengaja sebuah jemari kecil menepuk pundaknya dari belakang. Buku-buku yang dipegangnya pun berserakan di lantai yang terbuat dari ubin itu. Seketika Sarah langsung berteriak dan nyaris melayangkan tangannya ke pipi merah sosok yang ada dihadapannya. Suasana mulai menegang, sontak sekeliling mereka jadi sunyi senyap. Tiba-tiba tangan itu pun mendarat tepat dipipinya, yang ternyata adalah Merci sahabatnya sendiri selama tinggal di asrama itu. Padahal baru saja mereka tertawa bersama. Bekas merah diwajah jelas tampak membentuk di pipi Merci yang putih itu. Sedikit helaan nafas dari Merci, ia pun mengangkat tangan kanannnya. Dan terang saja suasana makin menegangkan. Wajah-wajah mungil lainnya mengira akan terjadi pertengkaran di ruangan ini. Dan… ternyata tangan yang terangkat itu melewati begitu saja pipi chabbi sarah, dan justru melesat lurus hingga sejajar dada sarah. Jemarinya mengembang, seakan meminta permohonan untuk berjabat tangn. Terang saja dugaan itu benar, Dari bibir mungilnya keluar kata-kata “ Maafkan aku sarah. Aku tidak sengaja tadinya aku ingin memberi coklat ini padamu, tapi kakiku tersandung dan tanganku tak sengaja memukul bahumu. Maafkan aku telah membuat coklat kesukaanmu bertebaran dilantai.” Sontak wajah merah padam sarah berubah menjadi pucat. Ia memandangi sekitar lantai, dan ditemuinya coklat yang dimaksud Merci berserakan di bawah. Seketika ia langsung memeluk Merci dan mereka saling merangkul satu sama lainnya dengan kasih.

 

          Cerita diatas merupakan gambaran sederhana yang ingin disampiakan kepada kita. Banyak hal-hal di dunia ini yang terkadang tidak dapat kita pungkiri adalah bagian dari ketidaksengajaan. Namun, pengendalian diri yang kurang mengubah segalnya. Cara kita bertindak, cara kita menghadapi masalah, dan mungkin cara kita menghadapi keadaan yang menguji emosi kita. Dar cerita Sarah tersebut kita dapat belajar sesuatu hal yaitu menegenai kesederhaan dalam mengasihi. Ya, mungkin kata-kata kasih bukanlah sesuatu yang asing lagi kita dengar. Namun, apakah sebuah kata sederhana ini sudah kita terapkan dan telah kita jadikan sebagai pelangi yang memberi warna-warna cerah sebagai ornamen kehidupan kita??

 

          Bukanlah hal yang mudah memang untuk dapat mengasihi orang yang mungkin telah berbuat salah kepada kita, tapi tidak dapat kita pungkiri juga tiada hal yang lebih indah daripada memaafakan. Sekarang pilihannya ada di kita, apakah kita mau dibentuk dan mengalami proses pemulihan dari segala bentuk kesalahaan orang lain hingga akhirnya kita benar-benar dapat memaafakan secara murni. Karena itu serakanlah segal sesuatu-Nya pada Tuhan ( Roma 12: 18-19) biarlah Dia yang bekerja dan memproses kita agar tetap dapat merasakan serta membagikan keindahan yang penuh warna dari kehidupan ini yaitu pelangi kasih itu sendiri.

 

A&A_art

 

         

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *