Iman Seperti Anak Kecil

IMAN SEPERTI ANAK KECIL

 jessuuuus

Karl Barth adalah salah seorang teolog yang terkenal di abad 20. Suatu hari ia pernah ditanya oleh seorang anak muda seusai seminar, “Jika anda merangkum semua pengajaran anda, bagaimana anda merangkumnya dalam sebuah kalimat??”.

Karl Barth menjawabnya dengan mengutip lagu anak-anak Sekolah Minggu “Jesus Loves me, this I Know, for the bible tells me so..” yang dinyanyikannya dengan riang. Lagu ini adalah lagu yang Karl Barth dengarkan waktu ia kecil yang senantiasa disenandungkan oleh ibunya.

Apabila kita melihat orang yang seperti itu pasti kita akan menertawakannya di belakang. Kenapa?? karena bagi kita aneh apabila ada seorang teolog terkenal menyanyikan lagu anak-anak sekolah minggu. Tapi saya pernah mendengar dari seseorang yaitu “milikilah hati dan iman seperti anak kecil”.

Untuk beberapaal asan anak-anak suka dengan tantangan. Mereka tidak takut dengan kesulitan. Itu dikarenakan mereka yang  belum mengerti apa itu kesulitan. Dengan pola pikir mereka yang sederhana,mereka tidak akan memperumit keadaan. Sikap seperti inilah yang perlu kita tiru ataupun kita pelajari dari anak-anak, mereka memiliki kesederhanaan bahkan dalam iman sekalipun.

Dalam kesehariannya anak-anak penuh dengan tawadan keriangan disaat mereka bermain, bahkan disaat mereka dihadapkan dengan suatu keadaan sepert itugas yang sebenarnya tidak mereka sukai. Mereka akan tetap mempelajarinya bahkan mereka akan mencari sesuatu yang menyenangkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Tapi setelah kita dewasa, sering kali kita kehilangan suka cita anak-anak itu. Kita selalu dipusingkan dengan hal-hal yang sulit dan menantang. Karena menurut kita semakin sulit suatu hal maka hal itu semakin bernilai karena kita akan dianggap hebat oleh orang lain. Kita tidak memiliki kegembiraan ataupun tawa yang biasanya kita miliki untuk melakukan suatu hal. Mengapa demikian?? Itu karena obsesi kita, obsesi yang membuat kita ingin dianggap sebagai orang yang hebat.

Banyak orang yang pintar di dunia ini ternyata gagal juga. Banyak orang yang mulai khawatir memikirkan pekerjaan, kuliah ataupun masa depan. Kekhawatiran kita menggunung dan menghalangi mata iman kita untuk melihat bagaimana Allah memelihara kitaseperti Allah memelihara burung pipit. Tentu baik untuk belajar dan memperoleh ilmu pengetahuan setinggi mungkin, akan tetapi biarlah kita selalu percaya kepada Tuhan dengan iman yang sederhana, teguh dan tidak tergoncangkan oleh dunia. Sebab dalam Matius 18:10 tertulis “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaika tmereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga”.

Sumber: http://artikel-kristen.raja1000blog.com/iman-seperti-anak-kecil.html

                    http://yesmaya.blogspot.com/2012/04/belajar-dari-anak-kecil.html

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *