Aku, Tuhan dan Kamu

lagu-sekolah-minggu1

Hubungan pribadi seperti yang dicerminkan dalam keluarga diawali dengan kasih. Normalnya, anak dikasihi orangtuanya semenjak dari dalam kandungan. Berbagai daya dilakukan oleh orangtua demi anaknya sehat dan lahir dengan selamat. Allah, yaitu “Bapa Surgawi” kita, mengasihi kita sejak sebelum kita beriman kepada Yesus secara pribadi. Dalam bahasa kiasnya, “Bapa” mengasihi kita sebelum kita “dilahirkan” menjadi “anak-anak Allah”. Dan seorang anak Allah haruslah tahu dan sadar bahwa begitu besar kasih Allah kepada dirinya akan membuatnya selalu mengasihi Allah.

Namun, apakah bentuk praktis dari kasih kepada Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan (Markus 12:29-30)?

Saudara ayat tersebut bukan hanya saudara kandung atau pun saudara seiman, melainkan saudara dalam arti sesama manusia, khususnya yang berada di dekat kita. Dunia yang dicita-citakan Alkitab adalah dunia di mana semua orang dapat hidup berdampingan secara damai, di mana anjing dan kucing dapat hidup berdampingan secara damai.

Apakah kepercayaan Kristen hanya sekadar memulihkan hubungan dengan Allah dan mengabaikan hubungan dengan sesama manusia? Kekristenan menjunjung tinggi hubungan yang baik dengan sesama manusia. Seorang yang sudah dipulihkan hubungannya dengan Tuhan mendapat tanggung jawab untuk membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan sesamanya.

“Marilah kita bersama – sama menjaga

hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan dan Sesama kita”

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *