Pasrah vs Berserah kepada Tuhan

Tunduk dan Pasrah Kepada Allah SWT

Dalam kehidupan ini kita sulit membedakan antara pasrah dengan berserah kepada Tuhan. Pasrah dengan berserah seolah-olah mempunyai arti yang sama , namun jika kita telusuri lebih dalam pasrah memiliki arti berbeda dengan berserah kepada Tuhan.
Untuk mempermudah pengertian pasrah dengan berserah kepada Tuhan, penulis akan memaparkan 2 macam kasus yaitu:

  1. Seorang ibu yang mempunyai pergumulan berat dimana dia menderita penyakit yang parah, sementara sang suami yang menjadi satu-satunya pegangan hidupnya juga terkena masalah yaitu sang suami sakit dan di-phk dari kantor, ditambah lagi sang anak menderita penyakit yang parah. Apa yang dilakukan sang ibu? Dia berdoa, berlutut dan menangis, meminta pertolongan Tuhan, lalu perlahan demi perlahan Tuhan memulihkan keadaan keluarganya. Dua tahun kemudian, sang suami mulai sembuh, dan kembali bekerja, sementara ada juga sepasang suami istri Kristen yang mengasihi dan membantu pengobatan anak itu sampai sembuh.
  2. Seorang remaja yang menderita sakit parah, langsung mengambil gunting di kamar dan menusukkan gunting itu ke tubuhnya dan akhirnya dia meninggal.

Dari kedua kasus ini bisa kita tarik kesimpulan bahwa dalam kasus pertama, sang ibu berserah kepada Tuhan dan kasus kedua mengingatkan bahwa remaja itu pasrah karena dia kehilangan pengharapan dan akhirnya bunuh diri.

I. Apa itu pasrah? dan apa itu berserah kepada Tuhan?

Pasrah artinya adalah :

  • menyerah.
  • tidak berbuat apa-apa.
  • berpikiran negatif/ pesimis.
  • kehilangan pengharapan sehingga muncul niat bunuh diri.

Berserah kepada Tuhan artinya:

  • turut dan mengikuti kehendak Tuhan dalam hidupnya.
  • percaya, menyandarkan hidup pada rencana dan pimpinan Tuhan.
  • berpikiran positif.
  • mempunyai semangat hidup yang tinggi, dan yakin akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.

II. Tokoh-tokoh Alkitab yang berserah kepada Tuhan.

Dalam PL ada sedikitnya saya mengambil 2 contoh tokoh yang berserah kepada Tuhan yaitu:

a. Hana:

  1. Seorang wanita yang dimadu oleh suaminya dan madunya selalu menyakiti hatinya. ( I Sam 1:6)
  2. Seorang yang mandul ( I Sam 1:5)
  3. Dalam kesedihannya, dia tidak menyerah, dia tetap bersandar kepada Tuhan( ayat 10-11,15)–> mencurahkan diri di hadapan Tuhan.

b. Abraham.

  1. Bapak yang taat pada perintah Tuhan.–> waktu Abraham disuruh pergi dari negerinya, Abram mengikuti dan taat pada perintah Tuhan.( kej 12:1-9)
  2. Waktu dia tidak memiliki anak, Tuhan berjanji akan memberikan keturunan dan ia percaya serta berserah kepada Tuhan. Abraham dalam hal ini menunggu janji Tuhan selama 25 tahun ( mendapat anak waktu usia Abraham 100 tahun).( Kej 15-21)
  3. Seorang bapak yang mengikuti perintah Tuhan dimana setelah Ishak lahir dan sudah remaja, Allah menyuruh Abraham mempersembahkan anaknya yang tunggal( satu-satunya Ishak) untuk menjadi korban sembelihan Abraham di bukit Moria.

Walaupun perintah itu menyakitkan Abraham, akan tetapi Abraham taat dan ia mengajak Ishak untuk mau dikorbankan tetapi saat Ishak hendak disembelih, Tuhan sudah menyediakan domba jantan yang tersangkut di pohon yang diberikan sebagai korban bakaran.(Kej 22:13).

Dalam PB ada setidaknya tiga tokoh Alkitab yang berserah kepada Tuhan:

1. Perempuan Kanaan. ( Mat 15:21-28)

  • seorang wanita yang tangguh, mendengar kabar Yesus dan mendatangi Yesus ( ayt 22)
  • tidak menyerah dan gampang tersinggung walau Yesus mengistilahkan orang Kanaan seperti anjing ( bukan dalam arti sebenarnya) ( maksud Tuhan ingin menguji iman perempuan Kanaan)
  • tetap memohon dan meminta Yesus menyembuhkan anaknya.
  • berserah, menyembah Yesus walau dikatakan perkataan yang menyakitkan.( ayt 25)

2. Dua orang buta ( Mat 20:29-34)

  • mendengar Yesus lewat dan berseru untuk mengasihani mereka.( ayt 30)
  • mereka meminta Yesus supaya mata mereka bisa melihat.( ayt 33)
  • mereka berserah kepada kehendak Tuhan akhirnya mereka bisa melihat dan mengikut Yesus.

3. Petrus.

  • seorang yang antusias dan pintar ; dia yang memberi jawab tentang siapa Yesus( Mat 16:16)
  • seorang yang memikirkan diri sendiri bukan kehendak Allah( ayat 23)
  • seorang yang mengatakan bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus dan mau mati bersama Yesus tetapi akhirnya menyangkal 3x. ( Mat 26:75)
  • namun setelah itu Petrus bersandar dan berbalik mengasih Yesus, ia tidak putus asa dan bangkit dari imannya yang terpuruk. Pada akhirnya Petrus mati dengan cara seperti Yesus tapi mati disalib terbalik.

III. Tokoh Alkitab yang pasrah/ pesimis.

Dalam PL, ada tokoh yaitu:

a. nabi Elia.

  • takut dengan ancaman ratu IZebel karena Elia membunuh nabi palsu dengan pedang.( I Raj 19:1-2)
  • pesimis, ingin mati ( ayat 4) : tidak mau makan dan minum.

Dalam PB:

Yudas Iskariot.

  • Seorang pesimis.
  • orang yang pernah menjual Yesus dengan 30 keping perak.
  • menjauh dari Tuhan dan membunuh diri dengan gantung diri ( Mat 27:5)

B. Pasrah vs Berserah kepada Tuhan.

Dalam kehidupan mengikut Tuhan ada pilihan apakah kita akan pasrah atau berserah kepada Tuhan, mana yang akan pilih.
Dalam artikel ini, penulis akan memberikan tips bagaimana kita dapat berserah kepada Tuhan dalam situasi yang buruk/ baik :

  1. Doa ( Pray/ P)
    Tidak semua apa yang kita kehendaki sesuai dengan kehendak Tuhan namun kita harus mencari apa kehendak Tuhan dalam hidup kita yaitu lewat doa. ( Mat 7:7-8)
  2. Percaya ( Believe/ B)
    Give your problem to God.
    Diambil dari Mat 11:28-30 :
    * marilah kepadaKu–> ini adalah ajakan dari Tuhan Yesus.
    * semua yang letih lesu–> semua orang tua, muda, besar, kecil yang berbeban berat.
    JanjiNya adalah Aku akan memberi kelegaan kepadamu. biarlah dalam pergumulan seberat apapun, kita bisa mempercayainya 100% dalam hidup kita.
  3. Belajarlah pada Yesus ( study/ S)
    Cari kehendak Tuhan atas masalah yang kita alami dengan menggali firman Tuhan, belajar menerima masalah itu dan berserah maka jiwa kita akan mendapat ketenangan( ayt 29; Maz 1:1)

Pikul Kuk yang dipasang atau diberikan Tuhan ( Bersandar dan taat / Trust and Obey)
-percayakan masalah kita kepada Tuhan.
-serahkan diri sepenuh pada Tuhan tapi bukan menyerah.
– taat pada rencana dan kehendak Tuhan.

Kesimpulan:

  1. Jadi dalam keadaan kita seperti apapun, masalah boleh datang, tetapi jangan jadikan diri kita sebagai orang yang pasrah.
  2. Jangan menyerah kepada masalah tetapi hendaklah kita serahkan pergumulan kita kepada Tuhan.
  3. Berserah kepada Tuhan tidak berarti pasrah karna Tuhan tidak suka orang yang pasrah.

Oleh : Margareth linandi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *