FANNY CROSBY KIDUNG INDAH DARI KEGELAPAN

imagesAku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya…”
Pasti kita semua tau lagu ini kan? Salah satu lagu dari Kidung Jemaat yang sangat sering kita nyanyikan saat ibadah di Gereja atau di persekutuan persekutuan kita. Tapi apa kita tau sejarah dibalik terciptanya lagu ini? Yuk simak cerita nya 😀

Fanny Jane Crosby adalah seorang wanita yang mengalami kebutaan sejak umur 6 minggu. Namun, dia telah dipakai Allah untuk mengarang syair lagu-lagu Kristen secara luar biasa. Untuk menghidupi keluarganya, ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Fanny yang buta dan masih kecil dititipkan kepada neneknya. Dengan sabar, sang nenek mendidik Fanny, mengajarkan cara berdoa juga membaca ayat-ayat Alkitab. Ternyata Fanny memiliki kemampuan menghafal yang luar biasa. Kemampuannya menghafal ayat Alkitab itu pula yang membuat Fanny bisa mendapatkan tema, inspirasi dan kata-kata yang indah untuk menuliskan syair lagu-lagu Kristen.
Fanny tidak dapat bersekolah di sekolah umum seperti anak-anak sebayanya karena dia buta. Namun, saat umur 15 tahun, ibunya berhasil mengumpulkan biaya untuk menyekolahkan Fanny di satu-satunya sekolah untuk anak-anak buta di Amerika. Fanny menjadi murid teladan dan sangat pandai menulis puisi. Selain itu fanny dapat memainkan harpa dan piano dan menikahi Alexander van Alstine, seorang buta yang merupakan pemain organ terkenal di New York. Mereka kemudian mendapatkan seorang anak, tetapi saat masih bayi, anak mereka meninggal dunia.
Sampai umurnya 40an, Fanny belum menciptakan syair lagu untuk nyanyian Kristen, tapi dia sudah menjadi pencipta puisi yang terkenal. Kemudian melalui seorang pendeta, Fanny dipertemukan dengan William Bradbuny, seorang composer lagu terkenal. Kemudia William meminta Fanny untuk menulis syair lagu Kristen. AKhirnya pada tahun 1864, saat Fanny berumur 44 tahun, dia menciptakan syair puisi untuk lagu Kristennya yang pertama. Sejak saat itu Fanny Crosby dikontrak oleh penerbit buku di New York dan diberi tugas untuk menulis 3 buah syair untuk lagu rohani setiap minggu. Syair-syairnya itu kemudian diterbitkan dalam buku untuk pengajaran Sekolah Minggu. Dan penerbit itu memiliki koleksi 5.900 syair rohani dari Fanny Crosby. Mereka memberikan tunjangan finansial untuk kehidupan Fanny sampai akhir hidupnya.
Salah satu syair lagu karangan Fanny Crosby yang terkenal adalah ‘Blessed Assurance’. Penciptaan lagu ini sangat unik. Fanny mempunyai banyak sahabat, salah satunya Phoebe, seorang kaya dan pandai memainkan organ dan senang menciptakan melodi untuk lagu rohani. Pada tahun 1873, saat Fanny berumur 53 tahun, pada suatu hari Phoebe datang ke rumah Fanny Crosby. “Tante Fanny, saya baru saja menciptakan melodi untuk lagu rohani. Coba dengarkan ya, saya akan memainkannya”. Phoebe lalu duduk di depan piano dan mulai memainkan melodi lagu ciptaannya. Fanny Crosby menurut kesaksiannya sendiri tidak pernah mengarang syair lagu rohani tanpa terlebih dahulu berdoa. Jadi mungkin sekali pada saat itu Fanny berlutut sejenak untuk berdoa. Phoebe selanjutnya memainkan melodi lagu ciptaannya untuk kedua kalinya, lalu untuk ketiga kalinya. Sambil menoleh  kepada tante Fanny, dia bertanya “Tante Fanny, apa yang dikatakan oleh not-not yang saya mainkan tadi?” Pada saat itu juga Fanny berkata : “Blessed assurance Jesus is mine” (Ku berbahagia yakin teguh). Dalam waktu tidak lebih dari 5 menit, keseluruhan syair lagu itu yang terdiri dari 3 bait selesai dikarang oleh Fanny Crosby. Sungguh luar biasa, keseluruhan bait pertama lagu tersebut.

Blessed assurance Jesus is mine
O what a foretaste of glory divine
Heir of salvation, purchase of God
Born of His Spirit,washed in His blood
Reff: This is my story this is my song
Praising my Savior all the day long
This is my story this is my song

Sungguh syair lagu yang luar biasa dan dengan melodi yang tepat maka lagu ini menjadi nyanyian rohani yang disukai oleh orang percaya di seluruh dunia selama lebih dari seratus tahun. Ada banyak syair lagu rohani karangan Fanny Crosby yang masih terus disenandungkan oleh orang-orang percaya sampai saat ini. Memang melalui kebutaannya malah membuat Fanny Crosby bisa memunculkan kemampuannya yang luar biasa dalam mengarang syair lagu Kristen. Tuhan merencanakan hal yang terindah bagi Fanny yang mengalami kebutaan total sejak usia 6 minggu itu. Begitu juga dalam kehidupan kita, apapun malapetaka yang terjadi dalam kehidupan kita, bisa diproses Allah untuk kebaikan kita, seperti yang tertulis dalam Roma 8:28.

Apakah ada ‘kekurangan’ dalam tubuh kita yang dianggap oleh orang lain sebagai hal yang memalukan? Ingatlah, Allah memiliki rencana yang luar biasa bagi hidup kita, apapun keadaan tubuh kita.
Belajarlah dari Fanny Crosby, yang walaupun tidak pernah bisa melihat indahnya matahari terbenam, indahnya pelangi, indahnya pemandangan alam dengan mata jasmaninya, namun dia dipakai Allah untuk menunjukkan kepada kita semua melalui syair-syair lagu rohaninya. Sehingga melalui syair ciptaannya itu, kita melihat kebesaran Allah, kasih, kuasa dan karya Allah yang tak terselami.

by : S.L.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *