TIM MUSIK MENURUT KONSEP DAUD

SSSS

ALLAH BERSEMAYAM DI ATAS PUJI-PUJIAN UMATNYA (MAZMUR 22:4)

Kita masuk hadirat Tuhan bukan karena pujian tetapi  karena darah Yesus,  perbedaannya ada orang yang membawa pujian  dan yang tidak membawa apa-apa. Kata “Puji-pujian” berasal dari kata Ibrani ‘Tehillah’ dipakai sebanyak 57 kali dalam Perjanjian Lama yang diterjemahkan sebagai kata ‘puji-pujian’. Arti ‘Puji-pujian’ bukan sekedar menyanyikan lagu tetapi menyanyi dengan penuh kekaguman dan kerinduan. Mazmur 22:27 memakai istilah ‘mencari’ dan biasanya dinyanyikan dalam ‘jemaat yang besar’ (Mazmur 22:26) dalam suatu perayaan ibadah. Arti “Allah bersemayam” di Mazmur 22:4 bukanlah sekedar Allah hadir tetapi menggambarkan bahwa Allah hadir dan memerintah, melakukan sesuatu bagi umatNya. Sebagai illustrasi adalah dimana ada sampah, di situ pasti ada lalat. Walaupun lalat tidak pernah diundang untuk datang, mereka dengan sendirinya datang karena bau sampah adalah habitatnya. Atmosfir yang Allah suka adalah puji-pujian, penyembahan karena hal-hal itu ‘berbau harum’ di hadapanNya.

Ada perbedaan tentang istilah ’kehadiran Allah’ baik di dalam Mazmur 139:7-9, Matius 18:20 dan Mazmur 22:4 ini. Daud dalam Mazmur 139 memberitahukan kepada kita bahwa Allah adalah maha hadir. Dia hadir di mana-mana, tidak bisa dibatasi tempat, karena Dia ’Omni Present’. Dalam Matius 18:20 dicatat kalau ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan, Dia akan hadir. Kehadiran Allah di sini bisa’dirasakan’ oleh kelompok tersebut. Karena mereka memfokuskan pada Tuhan. Seperti selembar kertas yang tergeletak di sebuah lapangan parkir pada siang hari yang panas. Cahaya matahari bersinar merata di segala sudut, namun tidak dapat membakar kertas itu. Hanya jika ada org membawa kaca pembesar lalu memfokuskan cahaya matahari ke atas kertas itu, kertas dapat terbakar. Begitu pula dalam ibadah. Saat jemaat sungguh mengarahkan hatinya kapada Tuhan, barulah mereka dapat merasakan hadirNya. Nah, dalam Mazmur 22:4 digambarkan Allah ’bersemayam’ (bertahta), melakukan sesuatu dalam otoritasNya.

TIM MUSIK KONSEP DAUD

Dicatat dalam Mazmur 115:164 bahwa Daud memuji Tuhan sebanyak tujuh kali dalam sehari. Beda dengan Musa yang berdoa tiga kali dalam sehari (Mazmur 55:18). Nampaknya Daud yang mahir dalam bermain kecapi (1 Samuel 16:14-23) menangkap kesukaan Allah yaitu musik. Itulah sebabnya mengapa Allah ciptakan Lusifer pada mulanya yang bertugas memimpin pujian dan penyembahan di Surga. Hingga hari dimana Lusifer jatuh dan diusir dari Surga. Daud hidup di kalangan bangsa Israel yang memiliki budaya musik tinggi, bukan hanya dalam hal menyanyikan lagu, membaca Alkitabpun dengan aksen khusus seperti orang menyanyi.

Oleh Yusak I. Suryana STh

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *