ROTI HIDUP

_bank_images_Akulah_roti_hidup-4749423627842378650_jpg

Pernahkah saudara bayangkan bagaimana keadaan dunia ini tanpa roti? Dalam sejarah manusia, roti adalah merupakan bahan pangan yang sangat penting. Menurut informasi bahwa lebih dari setengah penduduk dunia ini mengkonsumsi roti, khususnya bagi orang-orang yang hidup di belahan dunia barat. Dari sekian banyak bahan pangan yang ada, roti merupakana bahan pangan yang sangat istimewa. Jika bahan pangan lainnya tidak diperjual belikan disemua tempat, maka roti hampir dapat dipastikan diperjual belikan disemua tempat mulai dari kios/kedai tradisional yang terdapat di pedesaan, di toko-toko tradisional di kota kecamatan, di toserba atau mini market di kota kabupaten sampai kepada plaza-plaza dan mal-mal di kota-kota besar.

Banyak orang yang hidupnya tergantung pada roti. Saya sendiri sangat menyukai roti. Saya juga heran mengapa seorang yang dibesarkan di sebuah kota kecamatan seperti saya ini sangat menyukai roti. Bagi saya, beberapa potong roti untuk sarapan pagi lebih baik dari sepiring nasi. Singkatnya, roti sangat penting sekali bagi kehidpuan manusia

Yesus, Roti Hidup

Kata roti disebutkan sebanyak 271 kali dalam Alkitab Perjanjian Baru, dalam terjemahan versi The New International. Karena begitu pentingnya roti dalam kehidupan manusia, sampai-sampai Yesus membandingkan diriNya dengan roti, kataNya Akulah roti hidup ý Yohanes 6:35. Saya kira bukanlah secara kebetulan, jika Yesus memang pantas mendapat julukan sebagai Roti Hidup, sebab memang Dia telah lahir di rumah roti, yakni Betlehem. (Beth berarti roti dan lehem berarti rumah)

Yesus, roti hidup itu telah diberikan secara cuma-cuma kepada kita untuk memuaskan rasa lapar rohani kita, hal ini sesuai dengan Kitab Roma 3:24 bahwa kita oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan Yesus. Setiap orang yang telah mendapatkan roti hidup itu tidak akan pernah merasa lapar lagi.

Aplikasi Roti dalam Kehidupan Kerohanian

Dalam Kitab Injil Yohanes 6, sebenarnya Yesus sedang membicarakan 2 (dua) jenis roti yakni, Manna roti yang berasal dari sorga yang dikenal sebagai makanan malaikat, yang menjadi makanan bangsa Israel dalam perjalanan menuju tanah perjanjian ýKanaaný dan DiriNya sendiri, yang telah diutus oleh Allah untuk menjadi Juruselamat kita.

Sedikitnya ada 3 (tiga) pelajaran penting yang dapat kita petik dalam kehidupan kita sekarang ini sehubungan dengan dua jenis roti ini:

Pertama, Manna harus dikumpulkan setiap hari. Artinya, sebagai seorang Kristen, kita wajib memperbaharui hubungan kita dengan Yesus setiap hari. Menerima Yesus, bukanlah sekali seumur hidup, tetapi setiap hari bahkan setiap saat, sebab ý diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5). Memperbaharui hubungan kita dengan Yesus setiap hari akan mengakibatkan pelayanan kita kepada sesama membawa berkat.

Kedua, Manna sangat baik dikumpulkan pagi-pagi sekali, jika tidak dia akan mencair. Implikasinya, lebih baik bila kita mencari Yesus pagi-pagi sekali setiap hari melalui doa pribadi dan belajar firman Allah . Jika kita tidak mlakukan hal ini ada kemungkinan waktu kita pada hari itu akan habis kita gunakan untuk memecahkan masalah yang ada dalam pekerjaan kita, sebab kita tidak bersama-sama dengan Yesus. Inilah yang diinginkan oleh setan, dia suka kalau kita sibuk dengan segala urusan kita sehingga kita lupa untuk mencari Tuhan. Kesibukan adalah merupakan salah satu alat setan yang paling ampuh dalam usahanya memisahkan orang-orang Kristen dengan Tuhan.

Ketiga, Persiapan manna untuk satu hari tidak boleh digunakan untuk keesokan harinya, sebab manna hanya tahan untuk satu hari, pada keesokan harinya dia akan basi. Artinya, jika hubungan kita dengan Yesus hanya sesegar hari kemaren, maka itu tidak akan baik. Setiap hari hubungan kita dengan Yesus harus semakin baik dan semakin sempurna. Hari ini harus lebih baik dari hari kemaren.

Menurut cerita, suatu kali pada saat Leonardo da Vinci berumur 43 tahun, the Duke of
Ludovinco dari Milan meminta dia untuk melukis pemandangan dramatis dari peristiwa
Perjamuan Tuhan yang teakhir dengan murid-muridNya. Leonardo berusaha untuk mengerjakan lukisan itu dengan teliti hingga sampai hal-hal yang sangat mendetail, hingga dia menyelesaikannya dalam kurun waktu 3 tahun.

Dalam lukisan itu Davinci membagi-bagi murid-murid Yesus itu dalam kelompok kelompok, ada yang berada di sebelah kanan Yesus, ada yang disebelah kiri Yesus dan ada yang ditengah-tengahNya. Kemudian Davinci juga melukiskan bahwa saat itu Yesus sedang memegang cawan, pemandangan itu kelihatannya ajaib, menarik sekali bahkan seperi sesuatu yang realita saja.

Setelah selesai menyelesaikan pekerjaan itu, Davinci kemudian bertanya kepada seorang sahabat terdekatnya, katanya: coba kamu pehatikan dan kasi ide mana yang pelu aku pebaiki lagi. Wow! Ajaib sekali, Cawan itu nampaknya seperti benar-benar cawan, menarik sekali, saya tidak bisa mengalihkan pandangan saya dari cawan itu, sahut temannya. Tiba-tiba saja Davinci mencoreng cawan itu dengan tanda kali (X) sambil berkata: Nothing shall detract from the figure of Christ!

Kesimpulan

Setelah kita sibuk dengan pekerjaan sehari-hari kita kini tibalah saatnya kita untuk berhenti sejenak dan membiarkan Kristus yang bekerja bagi diri kita, memenuhi hati dan pikiran kita dengan firmanNya, sehingga iman kita akan semakin dikuatkan. Ingatlah, Yesus adalah roti hidup, semua orang memerlukannya. Saudara dapat mengambilNya secara cuma-cuma. Saudara yang kekasih, kita harus memperbaharui hubungan kita kepada Yesus setiap hari, pagi hari adalah waktu terbaik untuk bersekutu denganNya dan marilah berusaha agar kerohanian kita hari ini lebih baik dari hari kemarin dan yang paling penting, mari kita camkan perkataan Davinci: Nothing shall detract from the figure of Christ!

Sumber : http://www.rwsagala.com/roti-hidup.html

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *