KEINGINAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN KEINGINAN TUHAN

Bagaimana cara menguasai hati dan pikiran sesuai kehendak Allah?

Inilah yang menjadi pertanyaan penting bagi setiap kita. Bagaimana cara menguasai hati dan pikiran sesuai kehendak Allah?.

Supaya kita bisa menguasai hati dan pikiran kita sesuai dengan kehendak Allah, maka kita harus mampu membedakan, apa yang menjadi kebutuhan dan apa yang merupakan keinginan. Dengan memiliki kepekaan untuk bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan dan apa yang merupakan keinginan maka kita akan mampu memberi pertimbangan yang tepat sebelum kita mengambil tindakan untuk melakukan semuanya itu.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan

Hal ini penting karena bila kita tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan maka apapun yang kita lakukan, kita akan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar padahal ada hal-hal yang kita perbuat itu merupakan hal yang tidak sesuai kehendak Allah, atau dengan kata lain kita melakukan hal yang jahat di mata Allah.

Apa saja yang termasuk kebutuhan?

Contoh sederhananya, ada orang yang berpikir ia membutuhkan sebuah mobil supaya bisa menjalankan kehidupannya dengan lebih nyaman, sementara penghasilannya hanya pas-pasan, atau dengan kata lain penghasilannya atau gajinya hanya cukup untuk kebutuhan hidup selama sebulan, dalam hal ini untuk memberi makan keluarga, bayar uang sekolah anak, bayar listrik, telpon, dan beberpa kebutuhan lainnya, dan tidak ada lebihnya sama sekali.

Yang menjadi persoalan sekarang adalah bila kita merasa membutuhkan sebuah mobil padahal kita tidak memiliki dana yang lebih untuk perawatan mobil, bensin, dan yang lainnya, ini berarti akan menjadi persoalan baru yang harus kita hadapi. Padahal tanpa sebuah mobilpun kita masih bisa menjalankan hidup dengan nyaman, misalnya hanya dengan sebuah motor, atau cukup dengan sebuah sepeda. Bila demikian sekarang kita bisa menjawab apakah mobil itu sebuah kebutuhan atau hanya lahir dari keinginan?. Namun bukan berarti saya katakan saudara tidak boleh memiliki mobil.

Disinilah sulitnya membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan diri. Sebagai orang percaya kita harus bisa menyadari akan hal ini. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Untuk mengatasi akan hal ini maka, sebagai orang percaya kita harus bisa membiasakan diri merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Jadi tidak memaksa diri untuk memikirkan sesuatu yang lebih, sebab adalah baik bila sebagai orang percaya kita bisa mengucap syukur di dalam segala hal. Itulah yang firman Tuhan katakan di dalam;

I Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Apa yang termasuk keinginan?

Untuk mendefinisikan apa yang termasuk keinginan diri maka landasannya sederha yaitu, segala hal yang timbul dari hati kita hanya berdasarkan penurutan akan kehendak diri yang dipenuhi oleh hawa nafsu terhadap segala kesenangan dunia, maka itu semua merupakan keinginan yang tidak berkenan di hadapan Allah, dan semuanya itu akan melahirkan dosa, dan dosa akan melahirkan maut.

Dengan menyadari akan hal ini maka kita akan mampu menguasai hati dan pikiran kita sesuai kehendak Allah. Hal ini ditandai dengan sikap hati yang terus diubah sehingga tidak akan mudah bagi kita untuk mengingini apapun di dunia ini. Pada akhirnya kita bisa berkata seperti yang firman Tuhan katakan di dalam;

Mazmur 73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

Ini artinya kita sudah tidak gampang lagi tergiur dengan tawaran-tawaran dunia, sehingga hari-hari hidup kita akan mulai diarahkan hanya untuk memikirkan perkara-perkara yang diatas dan bukan yang di bumi. Firman Tuhan katakan di dalam;

Kolose 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Saudaraku yang Tuhan Yesus kasihi, dari apa yang saya sampaikan ini, hanya ada satu kerinduan dari hati saya yang paling dalam yaitu, saya ingin mangajak kita semua untuk tidak lagi mengarahkan hati dan pikiran kita kepada perkara-perkara dunia yang tidak dapat membawa kita ke sorga, tetapi mulailah untuk melakukan segala hal yang semuanya itu hanya merupakan kehendak Allah, sebab hanya orang-orang yang selama hidup di dunia ini melakukan kehendak Bapa di sorga, maka orang-orang seperti inilah yang akan diterima dalam kerajaan Allah Bapa di sorga, dimana Kristus akan memerintah sebagai Raja sampai selama-lamanya.

Kiranya kebenaran ini mendorong kita mulai berusaha dan berjuang untuk menguasai hati dan pikiran kita sesuai dengan kehendak Allah dalam pimpinan kuat kuasa Roh Kudus yang terus akan menuntun kita dalam kebenaran, sehingga kita semua didapatkan Tuhan sebagai anak-anakNya yang berkenan di hadapanNya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

 

Sumber :

http://renunganhariini.com/renungan-harian/menguasai-hati-dan-pikiran-sesuai-kehendak-allah

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *