AKTIF vs PASIF

Pohon badam. Kalian pernah mendengar tentang pohon satu ini? Nama ibraninya adalah

shada, artinya yang berjaga. Nama ini sesuai dengan kehidupan pohon badam yang sudah

berbunga pada bulan Januari,, saat pohon-pohon lainnya belum mulai berbunga di musim dingin.

Keindahan bunganya sering dipakai sebagai gambar pola hiasan tertentu-diantaranya dalam

Keluaran 25:33,34, pola bunga badam juga menghasilkan minyak. Bijinya digemari di Palestina.

Buahnya juga sering disertakan dalam penyerahan hadiah untuk orang-orang yang dihormati

(Kejadian 43:11)

Sesungguhnya, hidup kita yang telah ditebus menyerupai gambaran pohon badam. Roh

Kudus memampukan kita untuk berbuah dan buah itu tidak bergantung pada “musim-musim

kehidupan iman” kita.

Ada orang-orang yang menghayati “musim-musim kehidupan iman” dalam setiap tahun

yang dijalaninya. Dalam konteks Indonesia yang hanya mengenal dua musim, ada kalanya

“musim kemarau” yang melanda. Ini adlaah masa saat kehidupan iman seseorang terasa kering,

hampir tanpa makna. Namun dalam keadaan itu selalu menantikan pergantian musim bagi

kehidupan imannya menjadi “musim hujan”. Ini adalah masa dimana kehidupan iman disegarkan

dengan berbagai pengalaman hidup yang menyenangkan, saat kegembiraan dan tawa mewarnai

setiap sudut hati.

Orang-orang yang membagi kehidupan imannya dalam beberapa musim, akan berkarya

bagi Tuhan di saat yang menyenangkan saja. Akan tetapi, ketidak banyak persoalan mengimpit,

mulailah terjadi kompromi dalam pikirannya. Kecenderungan yang lain adalah ketika kita

melihat banyak orang tidak melakukan sesuatu yang baik, kitapun merasa wajar-wajar saja jika

tidak melakukannya juga. Ketika kita tahu banyak orang tidak mengambil bagian dalam

pelayanan, kitapun merasa wajar-wajar saja jika tidak aktif dalam pelayanan. Ketika kita tahu

bahwa banyak orang tidak melakukan saat teduh yang rutin tiap hari, kita juga merasa wajar jika

saat teduh kita juga tidak rutin. Ketika kita tahu bahwa banyak orang tidak memerdulikan mereka

yang tersisih, kita pun merasa wajar saja juka tidak melakukannya.

Apa yang sedang terjadi pada kehidupan iman kita? Mengapa kita cenderung mengikuti apa

yang diperbuat orang banyak walaupun kita tahu hal itu salah? Padahal, seperti Tuhan

menciptakan pohon badam yang selalu berbunga sebelum semua pohon yang lain berbunga di

musim dingin. Tuhan pun mengkehendaki kita aktif melakukan tugas panggilan kita-bahakan

sebelum kebanyakan orang melakukannya.

Pohon badam mengingatkan kita untuk aktif menghasilkan sesuatu, meskipun sekeliling

kita tidak melakukannya. Pohon badam mengingatkan kita untuk memulai sebuah karya tanpa

menunggu orang lain melakukannya juga. Pohon badam mengingatkan kita untuk tidak

menunda-nunda tugas kita. Pohon badam mengingatkan kita untuk tumbuh dan menghasilkan

bunga, dan tepat saat bunga-bunga muncul beberapa saat lagi akan segera tumbuh buah-buah.

Tuhan telah mempercayakan tugas yang sangat penting pada kita. Jadi, lakukanlah yang terbaik

untukNya dengan aktif. Dan katakan “tidak” untuk kemalasan dan keengganan.

Selamat berkarya dengan aktif dan menghasilkan buah untuk kemuliaan Tuhan!

Sumber : Buku berjudul VERSUS

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *