Obat Iri Hati ( Artikel dari Kopral)

(1 Samuel 18:5-15)
Dengan senang hati, seorang wanita menjaga kedua cucunya sementara orangtua mereka pergi keluar suatu malam. Ia menanyakan apa yang mereka lakukan akhir pekan lalu. Keduanya memiliki petualangan yang berbeda. Bridger, umur 3 tahun, menceritakan dengan seru pengalamannya bermalam di rumah om dan tantenya. Disana ia makan es krim, naik komidi putar, dan nonton film. Lalu giliran Samuel yang berumur 5 tahun untuk menceritakan pengalamannya. Ketika ia ditanya apa yang dilakukannya, ia menjawab dengan singkat, “Berkemah.” Lalu sang nenek bertanya, “Asyik tidak?”. Samuel menjawab dengan muram, “Biasa saja.” Ternyata, Samuel merasa iri kepada adiknya. Sewaktu mendengar Bridger menceritakan pengalamannya dengan penuh semangat, Samuel melupakan begitu saja kegembiraan yang dialamninya saat berkemah dengan ayahnya.

      Kita semua dapat dijerat oleh perasaan iri hati. Raja Saul ditelan oleh rasa iri hati ketika pujian yang diterima Daud melebihi pujian yang diterimanya: “Saul membunuh beribu-ribu musuh, tetapi Daud berpuluh-puluh ribu.” (1 Sam. 18:7). Saul menjadi sangat marah dan “sejak hari itu ia iri hati kepada Daud” (ayat 9). Begitu murkanya Saul sehingga ia sampai berusaha membunuh Daud.

     Membanding-bandingkan diri adalah tindakan yang bodoh dan merusak diri sendiri. Orang lain akan selalu memiliki sesuatu yang kita tidak miliki atau menikmati pengalaman yang berbeda dengan apa yang kita alami. Allah telah memberi kita banyak berkat, termasuk hidup di atas bumi ini dan janji hidup kekal kepada semua orang yang percaya kepadaNya. Mengandalkan pertolonganNya dan menujukan ucapan syukur kita kepadaNya dapat menolong kita mengatasi perasaan iri hati.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *