Berhala Tersembunyi di Zaman Modern ini

kopelkhu“Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.” (Ulangan 6:14-15)

Pada Renungan Kristen pagi hari ini, kita mau belajar tentang yang namanya berhala. Jika kita membaca Alkitab perjanjian lama, kita akan menemukan berhala sebagai salah satu dosa terbesar dari Bangsa Israel. Tuhan berkali-kali memberikan Firman untuk tidak menyembah dewa lain karena hanyalah Dia Tuhan yang sesungguhnya. Tetapi bangsa Israel terus menerus sujud kepada dewa-dewa lain dan meninggalkan Tuhan Allah mereka—ini seringkali membuat Tuhan marah.

Namun pada zaman sekarang, kita merasa dosa berhala ini sudah bukan menjadi masalah lagi. Kita hampir tidak akan pernah melihat orang Kristen yang membuat patung dan menyembahnya. Tetapi, bagaimana jika ternyata berhala pada zaman modern ini tidaklah berupa patung dari emas?

Kyle Idleman mengatakan, “Apa yang kamu cari dan kejar di dalam hidup, menunjukkan tuhan yang kamu sembah di dalam hidupmu.”

Berhala adalah ketika kita meletakkan hal lain di atas Tuhan. Ada dua hal di dalam keseharaian kita yang sesungguhnya merupakan hal yang baik, namun seringkali merengut hati kita dari Tuhan dan menjadi sebuah berhala atas hidup kita: Uang dan Keluarga

UANG

Uang adalah sesuatu yang kita butuhkan di dalam dunia ini. Tanpa uang kita tidak dapat makan, tidak dapat membiayai anak-anak ke sekolah, dan tidak dapat membeli perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, jika di dalam hidup ini fokus utama-mu adalah mencari dan mengejar uang dan bukan mencari dan mengejar kemuliaan Tuhan, maka itu berarti tuhan-mu adalah uang dan bukan Tuhan Yesus.

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)

(Bagi mereka yan tidak tau, Mamon adalah uang).

Uang merupakan berhala nomor satu di zaman moderen ini. Banyak orang Kristen yang lupa akan Tuhan mereka karena terlalu ambisius mengejar uang mereka. Mereka menghabiskan puluhan bahkan ratusan jam untuk bekerja mencari uang setiap minggunya, tetapi mereka hanya memberikan dua jam dari waktu mereka untuk Tuhan dalam seminggu. Secara tidak sadar, melalui hidup mereka, mereka mengatakan: “Aku merasa lebih aman karena aku memiliki banyak uang, dibandingkan karena aku memiliki Tuhan Yesus.”

Bekerja keras mencari uang adalah sesuatu hal yang baik, tetapi jika uang merengut dirimu dari Tuhan, maka uang telah menjadi berhala atas hidupmu. Jangan biarkan uang mengambil hatimu, ambil-lah kembali hatimu dan berikanlah ke Tuhan yang tepat.

KELUARGA

Saya yakin banyak orang yang kaget, “mengapa keluarga bisa menjadi sebuah berhala?” Jawabannya: Jika cintamu akan keluargamu melebihi cintamu kepada Tuhan, maka keluargamu telah menjadi berhala. Tuhan Yesus mengatakan, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Matius 10:37).

Tuhan tidak tertarik untuk menjadi nomor dua di dalam hidupmu. Ya keluarga merupakan sebuah berkat dari Tuhan yang sangat baik, tetapi jika keluarga yang telah diberikan oleh Tuhan tersebut merengut hatimu dari Tuhan sang pemberi, maka keluargamu telah menjadi berhala atas hidupmu.

Sekitar empat tahun yang lalu, om saya meninggal. Itu berarti tante saya kehilangan suaminya dan sepupu saya kehilangan ayahnya. Namun, saya melihat sesuatu yang sangat menakjubkan—tidak satu pun dari mereka yang mengalami kepahitan kepada Tuhan atas kehilangan om saya itu. Air mata bercucuran ketika om saya meninggal, mereka sangatlah sedih—tetapi kejadian itu tidak membuat mereka pahit atau pun marah kepada Tuhan. Malahan di tengah-tengah tragedi tersebut, sepupu saya tetap mengingatkan saya untuk terus membaca Alkitab dan setia kepada Tuhan.

Mereka sangat mengasihi anggota keluarga mereka, tetapi mereka lebih mengasihi Tuhan. Sepupu saya tau bahwa ayahnya telah meninggalkan keluarga mereka, tetapi dia masih memiliki Ayah Sorgawi yang senantiasa terus menyertai mereka.

Teman-teman, jangan sampai kita jatuh ke dalam dosa berhala. Raja Daud mengatakan, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23)

Mintalah kepada Tuhan untuk menyelidiki hatimu dan menunjukkan kepadamu akan berhala-berhala di dalam hidupmu. Mungkin saja ada hal-hal lain yang selama ini telah mengambil hatimu dari Tuhan, dan sekarang adalah waktunya untuk mengambilnya kembali.

Tuhan tidak pernah meminta banyak darimu, yang Dia inginkan hanyalah satu, yaitu seluruh hatimu dan seluruh cintamu. Yang Tuhan rindukan adalah untuk memiliki sebuah hubungan cinta kasih dengan-mu.

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:37)

Disadur dari http://www.gracedepth.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *