Sejarah

Sejarah Persekutuan Mahasiswa Kristen IPB

Keberadaan Persekutuan Mahasiswa Kristen Institut Pertanian Bogor (PMK IPB) dimulai dari kegiatan pembinaan kerohanian yang dilakukan oleh Dosen Agama Kristen Protestan pada awal tahun 1970. Pada tahun 1974, terjadi peningkatan mahasiswa baru sekitar 250 orang, pada tahun 1975 menjadi kurang lebih 500 orang, dan pada tahun 1976 menjadi sekitar 600 orang. Untuk mengantisipasi hal ini, Koordinator mata ajaran Agama Kristen Protestan memunculkan gagasannya untuk melakukan DISKOCIL (Diskusi Kelompok Kecil) bagi pembinaan mahasiswa Kristen IPB angkatan 1976, yang diselenggarakan setiap usai mata kuliah Agama hari Jumat. Beberapa pendamping (sekarang disebut asisten agama) direkrut untuk keperluan tersebut dari mahasiswa angkatan-angkatan sebelumnya.

Bersamaan dengan pembinaan dibawah koordinasi Koordinator mata ajaran Agama Kristen, Dewan Mahasiswa pun melaksanakan kebaktian bersama (non-katolik) setiap dua minggu sekali sebagaimana biasanya dilakukan pada tahun 1974 dan 1975, namun kemudian di tahun 1977 dihentikan karena adanya Pesekutuan Minggu Sore.

DISKOCIL biasanya dilanjutkan dengan retreat dan hasilnya adalah pembinaan lanjutan bagi peserta retreat lewat kelompok PA/KTB berdasarkan daerah tempat tinggal. Pada saat itu kebutuhan akan tenaga pembimbing mulai terasa, namun tenaga-tenaga yang terbatas ini bertekad dan membagi waktu sedemikian rupa untuk dapat terlibat dalam kelompok-kelompok yang ada. Berdasarkan kebutuhan kelompok-kelompok daerah, dan juga visi dari tim fasilitator untuk dapat mempersatukan mahasiswa Kristen IPB, maka mulai dibentuk Persekutuan Minggu Sore. Pada mulanya Persekutuan Minggu Sore ini adalah kelompok-kelompok daerah, dan acara-acaranya diprogramkan bersama. Walaupun tidak ada pengorganisasian secara resmi, namun hal ini menjadi tanggung jawab Koordinator Mata Ajaran Agama Kristen Protestan. Program yang dijalankan saat ini meliputi Persekutuan Minggu Sore yang diisi dengan sharing, puisi Alkitab, role play, PA, Ceramah, pementasan film, KTB daerah, dan pelayanan Panti Asuhan Jenderal Sudirman. Program ini berlanjut terus sampai tahun 1977 dan terorganisir rapi pada tahun 1978, dimana sudah terbentuk komisi-komisi seperti Komisi Literatur, Komisi Diaspora, Komisi Kesenian, Komisi Pelayanan Siswa.

Saling mengisi terjadi antara Koordinator Kerohaniaan Protestan sampai pada akhirnya seluruh tanggung jawab persekutuan diambil alih oleh Koordinator mata ajaran Agama Kristen Protestan. Hal ini terjadi akibat tidak adanya Dewan Mahasiswa. Dari kelompok-kelompok tersebut akhirnya timbul keinginan untuk merintis pembentukan suatu Persekutuan Mahasiswa Kristen di lingkungan kampus.

Sekitar Agustus-September 1978, setelah retreat mahasiswa Kristen Protestan dilakukan dengan koordinasi antara dosen dan asisten mata kuliah agama Kristen Protestan, persekutuan secara ‘formal’ mulai terorganisir dan bersifat ‘independen’. Secara formal artinya sudah ada pengkordinasian yang diketahui dan di bawah tanggung jawab dosen Agama Kristen. ‘Independen’ berarti terlepas atau tidak seperti badan-badan kemahasiswaan lain yang langsung di bawah pengawasan dan tanggung jawab Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan. Pengurus berusaha mendapatkan ijin dari pihak institusi tetapi belum berhasil.

Periode 1989-1991 merupakan masa transisi dengan perombakan-perombakan cukup besar. Salah satu momen yang paling penting adalah disahkannya PMK menjadi Unit Kegiatan PMK IPB pada 28 September 1990 yang berarti beranjak dari keadaan yang tidak jelas kedudukan organisasinya kepada keadaan dimana kedudukan organisasinya jelas dan diakui di Institut Pertanian Bogor.

Perkembangan selanjutnya adalah pembenahan baik di bidang manajemen, pembinaan, pelayanan, dan hubungan dengan lembaga/badan lain. Dengan mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus (Matius 28:19-20) dan dengan mengingat mahasiswa Kristen sebagai calon pemimpin bangsa, masyarakat, dan gereja serta kekhasan mahasiswa yang memerlukan pembinaan khusus yang berkontekstual, maka organisasi Persekutuan Mahasiswa Kristen ini ada.

Share